Annisa Mustika Sari ☺
myheartmylifemysoul.tumblr.com
write anything, sing songs, take pictures, blogging
19. Indonesian. Mass Communication Sebelas Maret University. Solo. TYN





 

Home Ask History Random Theme ©
Setiap beban sudah disiapkan pundak untuk memikulnya. Setiap masalah diciptakan sesuai dengan kemampuan kita. Setiap masalah sudah disediakan jalan keluarnya. Tinggal bagaimana usaha kita mencarinya.
- Pradeta Happy Nuzulla Wahyudi
It Was (Part 10 - END)

Rama : 3 tahun setelah pertemuan dengan Sita

Aku terpaku melihat wanita cantik yang menjadi ratu malam ini. Dia memakai gaun muslimah yang sangat cantik. Sangat anggun. Jilbabnya tertata rapi dengan hiasan bunga-bunga cantik. Wajahnya yang cantik semakin beraura setiap senyum bahagianya tersungging manis di bibirnya. Tangan kanannya mengamit tangan seseorang di sebelahnya. Di sebelahnya, seorang laki-laki tampan dan gagah berdiri dengan memasang senyum bahagia. Setelah jas itu membuatnya makin terlihat gagah. Dia lah raja malam itu.

Aku melangkah perlahan ke arah mereka. Dengan berat hati. Tapi aku berusaha menyunggingkan senyumku. Di hadapan mereka aku berhenti dan menyalami wanita itu. Sita. Dia tersenyum rindu padaku. Aku bisa merasakan kebahagiaannya sekarang.

“Selamat ya, Sita.” Ucapku. Sita mengucapkan terima kasih. Lalu aku beralih ke laki-laki di sebelahnya dan mengucapkan selamat. Aku pamit kepada Sita dan suaminya. Dan tak lupa, aku menyalami kedua orang tua Sita yang sudah seperti orang tuaku sendiri.

Lalu aku melangkah meninggalkan pelaminan dengan hati yang telah hancur. Aku merasa sangat bodoh. Aku merasa sangat kehilangan. Aku kehilangan perempuan yang sangat aku cintai. Aku menyesal dulu di taman Masjid Salman tidak pernah mengatakan yang sesungguhnya bahwa aku masih sangat mencintainya. Hanya karena keegoisanku dan ketakutanku, aku terpaksa membohongi diriku sendiri. Lalu kini aku harus kehilangan dia. Mungkin memang kami tidak ditakdirkan untuk bersama. Selamat tinggal Sita-ku.


END - Solo, 13 Mei 2012

It Was (Part 9)

“Fatal banget kebodohanku, Ram. Aku salah mempersepsikan semuanya. Aku pikir dulu kamu sayang sama aku, aku pikir dulu kita ada something special. Dan bodohnya lagi, aku masih mempertahankan perasaanku selama ini, walaupun kamu udah ninggalin aku. Dan pada kenyataannya aku pun nggak pernah bisa bener-bener berpaling dari kamu. Tapi terima kasih karena kamu telah membuat aku merasakan kebahagiaan itu. Dan aku belum pernah sebahagia dulu lagi.” Aku menundukkan kepalaku.

“Maafin aku, Sita. Dulu aku juga bahagia karena kamu. Terima kasih ya. Mungkin belum waktunya kamu merasakan kebahagiaan itu lagi.”

“Jadi intinya, apa yang kamu rasain ke aku sekarang?”

Dia terdiam sebentar, lalu kembali mengangkat kepalanya dan menatapku. “Aku sayang kamu, sebagai sahabatku.”

Dan aku pun menghembuskan nafasku panjang. Semua telah jelas. Hanya ini yang aku butuhkan. Penjelasan yang sejelas-jelasnya. Tak lama, aku undur diri untuk kembali ke kost adik sepupuku.

Aku merasakan ketenangan yang sudah lama aku inginkan. Semua pertanyaan itu telah terjawab. Semua telah selesai bagiku. Perasaanku juga mulai berkurang seiring menjauhnya jarakku dari tempat itu. Aku memang mencintainya, tapi kini perasaan itu mulai melebur tertiup angin entah kemana. Aku sudah tidak lagi mengharapkannya. Aku merasa bebas. Aku merasakan ketenangan. Aku bahagia dengan kesendirianku. Sesampai kost adik sepupuku, aku disambutnya dengan penuh cemas. Tapi aku hanya menjawab dengan tenang dan senyum lega. Dia pun ikut lega mendengarnya.

Semua perasaan itu telah pergi. Aku telah mengikat janji dengan hatiku dan Allah, setelah mendengar segala penjelasannya, apapun yang dia utarakan, aku akan memasrahkan kepada Allah. Aku meminta kepada Allah, jika memang dia tidak lagi untukku, maka hanya Allah yang akan menghapuskan perasaan itu dari hatiku. Dan Allah telah menepati janjinya. Seminggu aku berlibur di Bandung, perasaan itu telah hilang dibawa oleh waktu. Ya, mungkin terlalu cepat dalam satu minggu. Tapi untuk Allah, tidak ada yang tidak mungkin bukan? Selamat tinggal masa lalu.

 ———-

Saat aku dalam perjalanan menuju Jakarta, tanpa sengaja bros kesayanganku terjatuh dan aku tidak menyadarinya. Tak lama, sebuah tangan mengulur di depanku sambil memberikan bros itu kepadaku. Seorang laki-laki muda yang baru saja lulus dari jurusan manajemen UNPAD dan berparas tampan. Kak Fijar. Dia lah yang berikutnya memiliki hatiku dan bersanding denganku di pelaminan.


(to be continued)

scinerds:

expose-the-light:

Top 10 Biggest Brain Damaging Habits
1. No Breakfast
People who do not take breakfast are going to have a lower blood sugar level.This leads to an insufficient supply of nutrients to the brain causing brain degeneration.
2. Overreacting
It causes hardening of the brain arteries, leading to a decrease in mental power.
3. Smoking
It causes multiple brain shrinkage and may lead to Alzheimer disease.
4. High Sugar consumption
Too much sugar will interrupt the absorption of proteins and nutrients causing malnutrition and may interfere with brain development.       
5. Air Pollution
The brain is the largest oxygen consumer in our body. Inhaling polluted air decreases the supply of oxygen to the brain, bringing about a decrease in brain efficiency.
6. Sleep Deprivation
Sleep allows our brain to rest. Long term deprivation from sleep will accelerate the death of brain
7. Head covered while sleeping
Sleeping with the head covered, increases the concentration of carbon dioxide and decrease concentration of oxygen that may lead to brain damaging effects.
8. Working your brain during illness
Working hard or studying with sickness may lead to a decrease in effectiveness of the brain as well as damage the brain.            
9. Talking Rarely
Intellectual conversations will promote the efficiency of the brain.
10. Lacking in stimulating thoughts
Thinking is the best way to train our brain, lacking in brain stimulation thoughts may cause brain shrinkage.

scinerds:

expose-the-light:

Top 10 Biggest Brain Damaging Habits

1. No Breakfast

People who do not take breakfast are going to have a lower blood sugar level.This leads to an insufficient supply of nutrients to the brain causing brain degeneration.

2. Overreacting

It causes hardening of the brain arteries, leading to a decrease in mental power.

3. Smoking

It causes multiple brain shrinkage and may lead to Alzheimer disease.

4. High Sugar consumption

Too much sugar will interrupt the absorption of proteins and nutrients causing malnutrition and may interfere with brain development.       

5. Air Pollution

The brain is the largest oxygen consumer in our body. Inhaling polluted air decreases the supply of oxygen to the brain, bringing about a decrease in brain efficiency.

6. Sleep Deprivation

Sleep allows our brain to rest. Long term deprivation from sleep will accelerate the death of brain

7. Head covered while sleeping

Sleeping with the head covered, increases the concentration of carbon dioxide and decrease concentration of oxygen that may lead to brain damaging effects.

8. Working your brain during illness

Working hard or studying with sickness may lead to a decrease in effectiveness of the brain as well as damage the brain.            

9. Talking Rarely

Intellectual conversations will promote the efficiency of the brain.

10. Lacking in stimulating thoughts

Thinking is the best way to train our brain, lacking in brain stimulation thoughts may cause brain shrinkage.

(Source: , via iwishforshootingstars)

Tunggu lah aku, sampai keyakinan tiba, di masing-masing hati kita.
- Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
Aku ingin kamu; menjadi pendamping hidupku. Meluruskan kesalahan, mengingatkan kekhilafan, menemani dalam kegelapan, dan yang terpenting; mendekatkanku pada Tuhan.
- Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NEXT
Tumblr Cursors